Peta Desa
Masuk

“Seseorang yang membaca ulang Naruto saat berada di titik terendah hidupnya, kini menjadi penyelenggara Naruboru-kai”

Kisahku

1. Pertemuan Pertama dan Ketertarikan Awal Saat anime "NARUTO" mulai ditayangkan, saya mulai menontonnya semata-mata karena rasa ingin tahu. Gerakan “Bagua Liusi Zhi Zhang” milik Neji Hyuga terlihat sangat keren, sehingga saya sering menirunya untuk bersenang-senang. Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat ibu saya yang tampak sibuk tertawa saat menonton “Suijken” dari Rock Lee. Sebagai seorang anak, saya sangat terkesan dengan kekuatan karya ini yang mampu membuat bahkan keluarga yang biasanya tidak tertarik pada anime pun tersenyum. 2. Kegagalan dan Pertemuan Kembali (Bagaimana Saya Terpikat) Saya sempat menjauh dari karya ini saat menghadapi ujian masuk SMP, namun pada masa kuliah, titik balik terbesar dalam hidup saya tiba. Meskipun terus berjuang sambil memikul banyak harapan dan dukungan, saya akhirnya melampaui batas fisik dan mental, sehingga terpaksa menyerah di tengah jalan. Akibatnya, orang-orang di sekitar saya satu per satu menjauh, dan saya dilanda rasa penolakan diri yang mendalam serta kesepian, sambil berpikir, “Saya hanyalah sampah yang sudah dianggap tamat oleh semua orang.” Di tengah keputusasaan itu, tiba-tiba saya penasaran bagaimana akhir cerita Naruto yang pernah saya tonton dulu, sehingga saya membacanya kembali dari awal. Naruto, yang tidak diakui oleh siapa pun di desanya dan merupakan “anak yang tertinggal” yang kesepian, hidup dengan jujur untuk mendapatkan kepercayaan, dan pada akhirnya menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia. Sikap pantang menyerahnya dan kepribadiannya yang mengulurkan tangan kepada orang-orang yang berada di ambang keputusasaan itu menerangi hati saya yang sedang berada di titik terendah, dan menjadi sumber kekuatan bagi saya untuk bangkit kembali. 3. Hubungan Saat Ini Bagi saya, "NARUTO" telah melampaui batas sekadar manga; ini adalah kitab suci kehidupan yang mengajarkan “bagaimana seharusnya kita hidup”. Saat ini, saya sungguh senang mengetahui bahwa dunia tersebut terus berlanjut sebagai "BORUTO". Belakangan ini, saya menyelenggarakan acara musik dan jamuan makan dengan tema tersembunyi yang dipenuhi motif NARUTO, serta mengadakan pertemuan kecil antar penggemar (yang biasa disebut “Naruboru-kai”). Selama saya masih hidup, saya sangat berharap kisah dunia ini terus diperbarui dan sejarah baru terus terukir.

Cerita-cerita yang ingin sekali saya baca

1. Spin-off resmi yang menggambarkan kehidupan sehari-hari yang damai Ini adalah karya seperti “episode orisinal anime yang damai” yang membuat kita berharap agar kisah seperti 『Rock Lee no Full Power Ninden』 dapat berlanjut selamanya. Konsepnya adalah lebih menekankan pada realisme dunia tersebut daripada unsur komedi. Struktur: Setiap episode berdiri sendiri, dengan karakter utama yang berganti-ganti di setiap episode. Tujuan: Menikmati sisi kehidupan sehari-hari para karakter yang jauh dari pertempuran, serta suasana damai di desa. 2. Cerita sampingan yang meningkatkan “resolusi dunia” Ini adalah drama ensemble yang menggambarkan dunia "NARUTO・BORUTO" dari sudut pandang ninja selain karakter utama, maupun warga biasa yang tinggal di desa. Contoh konkret: ・Kisah seorang tukang kayu yang terlibat dalam rekonstruksi desa setelah serangan Pain. ・Pertumbuhan generasi muda yang dilihat dari sudut pandang instruktur Akademi Ninja. ・Hukuman yang diterima Baki dari Desa Pasir setelah “Penghancuran Konoha”, serta proses konflik batin dan refleksinya setelahnya. ・Misi dan kehidupan sehari-hari para Jounin generasi tua, termasuk Namiashi Rideou. Tujuan: Dengan mengisi “kehidupan sehari-hari” dan “ruang kosong dalam sejarah” yang tersembunyi di balik kisah epik ini, diharapkan kedalaman dunia cerita dapat semakin diperkaya. 3. Penayangan Film layar lebar dari "BORUTO" Terlepas dari isinya, kami mengutamakan pengalaman “menonton film BORUTO di bioskop” itu sendiri. Komposisi: Episode anime orisinal yang sepenuhnya baru, atau adaptasi visual dari perkembangan penting di paruh kedua karya aslinya. Tujuan: Melalui adaptasi film sebagai “acara” yang meriah layaknya festival, kami ingin menghidupkan kembali momentum seri ini serta rasa persatuan di antara para penggemar.